Breaking News
Tampilkan postingan dengan label sicc. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sicc. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Januari 2016

Senin, 01 Desember 2014

Guru Harus Meningkatkan Inovasi dalam Mengajar

Mengemban tugas sebagai seorang guru bukanlah sebuah pengorbanan, tapi lebih kepada sebuah kehormatan. Guru merupakan wakil negara untuk menyiapkan masa depan bangsa, melalui kegiatan belajar mengajar di dalam, maupun luar kelas.

Pesantren modern SICC

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam acara puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2014 dan HUT PGRI ke-69
Pada acara yang dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dan istrinya serta sejumlah menteri Kabinet Kerja tersebut, Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, guru bukan hanya sekedar mengajar dan mendidik saja, tapi juga dapat menginspirasi kepada para siswa. Maka, kualitas guru juga harus ditingkatkan dalam bentuk inovasi ketika mengajar karena akan berdampak luar biasa pada anak.

Pengajar dan para siswa SICC

"Profesi guru bukan sekadar mendidik. Kita sedang mempersiapkan bangkitnya bangsa Indonesia yang besar, bahwa kemajuan dimulai dari perubahan di sekolah-sekolah kita. Oleh karena itu, tanggung jawab guru besar," ujar Anies di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2014).
Ia meyakini, guru yang menginspirasi akan mengalami suasana baru Indonesia. Kelak, Indonesia akan berubah ketika masyarakat mengakui jasa guru dalam.
Kunjungan orang tua ke pesantren modern SICC


"Tanggung jawab pendidikan bukan hanya dari pemerintah saja, tapi sebenarnya pendidikan merupakan tanggung jawab rakyat Indonesia. Kita mengajak semua komponen untuk terlibat dalam mewujudkannya," ucapnya.
Dengan mengangkat tema "Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru", Anies menambahkan, peningkatan kualitas guru menjadi tanggung jawab setiap guru. Jika guru terampil, lanjutnya, Insya Allah anak juga terampil.
"Oleh karena itu, tugas kita bukan sekadar konstitusi. Tapi sama-sama membuat anak-anak kita sebagai generasi untuk masa depan," ungkap Anies.
(mrg) Okezone
Read more ...

Selamat hari guru 25 November 2014

Mr Carter, Native Speaker bahasa Inggris sedang berkunjung ke SICC

Digugu dan ditiru, itulah makna kata "guru". Ia merupakan sosok pendidik yang layak menjadi panutan hidup.Namun, dari tahun ke tahun, permasalahan yang mengiringi para pahlawan tanpa tanda jasa ini terus bergulir. Problema klasik tentu saja kesejahteraan para pendidik, terutama mereka yang masih berstatus honorer.

Antusias murid SICC
Tahun ini, potret kesejahteraan para guru masih juga buram. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan pun menaruh perhatian khusus terhadap masalah ini. Salah satu solusi yang ditawarkan Anies adalah meningkatkan kesejahteraan guru bukan hanya dengan menambah pendapatannya, tetapi juga menurunkan pengeluaran mereka.
"Mari, kita semua yang punya usaha memberi keringanan kepada guru," ajakan Anies dalam berbagai kesempatan.

Penghargaan dari kepala sekolah SICC
Setiap tahun, kita memperingati 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Di momen ini, sudah sewajarnya kita meluangkan waktu untuk mengingat jasa-jasa para guru.
"Datangi mereka, cium tangannya," ujar Anies.
Selamat Hari Guru, Para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa! - (rfa) Okezone

Prestasi murid SICC yang membanggakan

Read more ...

Minggu, 16 November 2014

masjid Annisa, Sekolah Islam Cendekia Cianjur

Para siswi smp islam cendekia cianjur di masjid Annisa
Masjid merupakan pusat kegiatan dari seluruh aktivitas Sekolah Islam Cendekia Cianjur (SICC). Minimum 5 kali dalam sehari semalam, kita mengunjungi masjid untuk sholat. Demikian pula dengan SMP Islam Cendekia yang saat ini sudah memiliki masjid Annisa yang megah dan modern, seluruh kegiatannya berorientasi ke masjid.
Masjid Annisa SICC

Tampak samping masjid Annisa yang merupakan masjid sekolah Islam Cendekia Cianjur

Seperti biasa pengajian kitab Ihya' Ulumuddin karangan Imam Al Ghazali diadakan setiap rabu pagi. Namun kali ini pengajian kitab Ihya' dilaksanakan di Masjid Annisa SMP Islam Cendekia. Adapun yang mengisi pengajian adalah KH. Abdul Kodir Rozi atau lebih dikenal dengan Ajengan Koko. beliau merupakan salah satu ulama Cianjur yang kharismatik.
Rabu pagi Pukul 5.30 WIB usai melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid Annisa. Para jamaah pengajian sudah mulai berdatangan ke Masjid yang berada di SMP Islam Cendekia ini. Jamaah pengajian ini berasal dari berbagai daerah di Cianjur. Setiap minggunya pengajian kitab Ihya' inipun dilaksanakan di tempat berbeda. Kadang di Masjid Agung Cianjur atau di masjid Jami' lainnya.
Di awal pengajian diisi oleh salah seorang ustad. Ustad ini merupakan murid dari Ajengan Koko. Beliau menjelaskan tentang arti dari hikmah. Diantara pengertian dari hikmah adalah ilmu dan harta. Selain itu beliau juga menambahkan bahwa tanpa harta kita akan sulit untuk beribadah. Contohnya ketika kita ingin menunaikan haji kita harus punya harta. Begitu juga ketika ingin berzakat, tentu harta yang dimiliki harus sudah sampai haul dan nisabnya.
Usai pengajian pertama, baru setelah itu dilanjutkan pengajian dengan Ajengan Koko. Ada banyak hal yang disampaikan Ajengan Koko dalam pengajiannya. Diantaranya cerita tentang Ibnu Batutah. Ibnu Batutah merupakan salah seorang muslim yang mengelilingi dunia dengan kapal. Bahkan ia membawa ratusan orang di dalam kapalnya dan memberikan bekal kepada mereka semua. Dan lebih dahsyatnya lagi pelayaran Ibnu Batutah tersebut selama 40 tahun.
Bahkan ia sempat singgah di Kerajaan Aceh dan bertemu dengan dengan Raja Aceh yaitu Malikus Soleh. Meskipun Raja Aceh ketika itu tidak bisa berbahasa arab dan dan Ibnu Batutah tidak bisa bahasa aceh mereka tetap berbicara dengan menggunakan bahasa hati.
Pukul 07.00 pagi pengajian pun selesai. Para jama'ah pun bubar, sebagian mereka ada yang langsung berangkat ke tempat kerjanya. Beberapa ustadz yang turut ikut dalam pengajian tersebut diundang untuk sarapan pagi oleh Ust. Ghazali Rahman, S. PdI termasuk juga Ajengan Koko. (Akhrie Rabbani el Muhajir)
- See more at: http://www.cendekia.sch.id/info-111-pengajian-kitab-ihya-ulumuddin-di-mesjid-annisa.html#sthash.2SIT2xFt.dpuf
Sebagai contoh misalnya kegiatan telaah buku Imam Gozali sebagai berikut:


Seperti biasa pengajian kitab Ihya' Ulumuddin karangan Imam Al Ghazali diadakan setiap rabu pagi. Namun kali ini pengajian kitab Ihya' dilaksanakan di Masjid Annisa SMP Islam Cendekia. Adapun yang mengisi pengajian adalah KH. Abdul Kodir Rozi atau lebih dikenal dengan Ajengan Koko. beliau merupakan salah satu ulama Cianjur yang kharismatik.
Rabu pagi Pukul 5.30 WIB usai melaksanakan sholat subuh berjamaah di Masjid Annisa. Para jamaah pengajian sudah mulai berdatangan ke Masjid yang berada di SMP Islam Cendekia ini. Jamaah pengajian ini berasal dari berbagai daerah di Cianjur. Setiap minggunya pengajian kitab Ihya' inipun dilaksanakan di tempat berbeda. Kadang di Masjid Agung Cianjur atau di masjid Jami' lainnya.
Di awal pengajian diisi oleh salah seorang ustad. Ustad ini merupakan murid dari Ajengan Koko. Beliau menjelaskan tentang arti dari hikmah. Diantara pengertian dari hikmah adalah ilmu dan harta. Selain itu beliau juga menambahkan bahwa tanpa harta kita akan sulit untuk beribadah. Contohnya ketika kita ingin menunaikan haji kita harus punya harta. Begitu juga ketika ingin berzakat, tentu harta yang dimiliki harus sudah sampai haul dan nisabnya.
Usai pengajian pertama, baru setelah itu dilanjutkan pengajian dengan Ajengan Koko. Ada banyak hal yang disampaikan Ajengan Koko dalam pengajiannya. Diantaranya cerita tentang Ibnu Batutah. Ibnu Batutah merupakan salah seorang muslim yang mengelilingi dunia dengan kapal. Bahkan ia membawa ratusan orang di dalam kapalnya dan memberikan bekal kepada mereka semua. Dan lebih dahsyatnya lagi pelayaran Ibnu Batutah tersebut selama 40 tahun.
Bahkan ia sempat singgah di Kerajaan Aceh dan bertemu dengan dengan Raja Aceh yaitu Malikus Soleh. Meskipun Raja Aceh ketika itu tidak bisa berbahasa arab dan dan Ibnu Batutah tidak bisa bahasa aceh mereka tetap berbicara dengan menggunakan bahasa hati.
Pukul 07.00 pagi pengajian pun selesai. Para jama'ah pun bubar, sebagian mereka ada yang langsung berangkat ke tempat kerjanya. Beberapa ustadz yang turut ikut dalam pengajian tersebut diundang untuk sarapan pagi oleh Ust. Ghazali Rahman, S. PdI termasuk juga Ajengan Koko. (Akhrie Rabbani el Muhajir)


Ceramah di masjid Annisa, SMP islam Cianjur

shaft wanita di masjid Annisa, cianjur




Yasinan di masjid Annisa SICC



Bada Shubuh di masjid Annisa, SICC

Yasinan di masjid Annisa



Tadarus bersama di masjid Annisa

Masjid Annisa sebagai center kegiatan sekolah islam
tampak atas masjid Annisa

Ruang tengah masjid Annisa

Masjid Annisa, SICC
Mau daftar ONLINE silakan klin disini
Read more ...

Kamis, 02 Januari 2014

Lingkungan hijau di smp islam cendekia cianjur

Lingkungan dan suasana sekitar sekolah adalah hal yang sangat penting yang membuat anak siswa menjadi betah dan menambah suasana gairah belajar yang tinggi. Untuk itu  SICC atau SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR merancang lingkungan nya dengan baik, bersih dan hijau sehingga  Sekolah Islam dengan sistem Boarding School yang merupakan SMP Islam Terpadu antara SMP Pesantren dan SMP Umum ini menjadi sekolah yang memiliki lingkungan yang baik dan nyaman untuk tinggal dan bersekolah.
SICC terletak di Cianjur Jawa Barat lengkapnya  beralamat di  Jalan Pramuka, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur. Karena sekolah Islam ini selain sekolah umum juga merupakan pesantren modern  maka bangunan didesain dengan konsep bangunan kelas modern  serta dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti  asrama, masjid, kantin, sarana olah raga dan sarana berkebun agar kegiatan belajar mengajar menjadi bersih dan nyaman serta menimbulkan suasana betah bagi murid murid nya.
Berikut beberapa photo suasana dan lokasi SMP Islam, bangunan SMP Pesantren dan Boarding School SMP Islam Cendekia Cianjur.
http://sicendikia.blogspot.com/

http://islamcendikia.blogspot.com/

http://smpitcendekia.com/wp/

 sekolah alam terbuka

http://smpitcendekia.com/wp/?p=81

http://smpitcendekia.com/wp/?p=11

http://smpitcendikia.blogspot.com/

http://sicendikia.blogspot.com/2013/11/lingkungan-smp-islam-cendekia-cianjur.html

http://sicendikia.blogspot.com/2013/11/smp-islam-cendekia-cianjur.html

http://smpcendikiacianjur.blogspot.com/2014/01/penerimaan-siswa-baru-tahun-pelajaran.html

http://islamcendikia.blogspot.com/
Read more ...

Penerimaan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2014-2015


 INFORMASI PENDAFTARAN

SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR
(BOARDING SCHOOL)
Jalan Pramuka Ds. Sindanglaka, Tel. (0263) 268400.

A.      Boarding.
Calon murid SMP Islam
  1. Berbadan sehat serta tidakmengidap penyakit Hepatitis B atau penyakit menular lainnya (berbahaya).
  2. Membawa surat keterangan dokter bahwa calon murid bukan pemakai dan pengguna Narkotik dan Zat Adiktif lainnya (dengan melapirkan surat hasil pemeriksaan laboratorium yang indevenden dan dapat dipertanggung jawabkan).
  3. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan.
  4. Membaca dan mengisi surat perjanjian dan surat pernyataan bermaterai.
  5. Menyerahkan pas photo warna ukuran 3×4 dan 4×6 ( masing-masing 2 lembar).
Ketentuan     : Laki-laki menggunakan Twikim putih.
                        Perempuan menggunakan Jilbab putih.
  1. Membayar :
    1. Biaya Masuk
  • Uang Pendaftaran                                                 : Rp. 150.000,-
  • Uang Dana Tahunan (UDT)
Gelombang I                                                                  : Rp. 8.500.000,-
Gelombang II                                                                 : Rp. 10.000.000,-
  • Biaya Mutasi (Khusus bagi murid/pindahan)             : Rp. 1.000.000,-
  1. Biaya Rutin Perbulan
  • Uang Dana Boarding (SPP boarding)                        : Rp. 1.000.000,-
Yang dibayar paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.
Biaya tersebut meliputi :
  1. Biaya pendidikan di Pesantren.
  2. Biaya tinggal di pesantren.
  3. Biaya mencuci pakaian.
  4. Biaya konsumsi (makan 3 kali sehari).
  5. Biaya Rutin Persemester
Uang Bimbel / Private (disesuaikan dengan jenis dan jumlah pelajaran yang diikuti).
  1. Biaya Pengobatan Siswa
Biaya pengobatan/kedokter akan dilampirkan dengan biaya SPP Boarding.

Untuk Uang Dana Tahunan  (UDT) dan Uang Dana Boarding (SPP Boarding) dapat ditransfer via Bank atas nama : 
Bank Mandiri 132-00-1434385-0, a/n SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR
(Penting : bukti tranfer asli diserahkan kepada petugas Tata Usaha)
  1. Melengkapi persyaratan masuk sekolah:
  2. 1 (satu) copy rapot kls 6 SD/MI .
    1. 3 (tiga) Lembar copy Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional      (SKHUN) dilegalisir.
    2. 3 (tiga) lember copy Ijazh dilegalisir.
    3. 3 (tiga) lembar copy Akte Kelahiran.
    4. Surat Keterangan Kelakuan Baik dari sekolah.
    5. Buku Pribadi dari sekolah asal (bila ada).
    6. Surat Mutasi dari sekolah yang disahkan Diknas (Khusus murid pindahan).

  1. B.   WAKTU PENDAFTARAN
Pendaftaran dibuka setiap hari pukul 08.30 – 16.00
Untuk informasi hubungi langsung :
Ustad Saepul Muharam, S.Pd. (0857 2160 6396)
Telp : (0263) 268400.
Email : sicc.boarding@gmail.com
http://smpitcendekia.com

Untuk pendaftaran ONLINE silakan klik disini


SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR

Read more ...

demi waktu..

Demi Waktu.
Sesungguhnya manusia itu sungguh berada dalam kerugian.
Kecuali orang-orang yang beriman,
yang berbuat kebajikan,
yang berbagi kebenaran/pengetahuan,
dan yang saling mengingatkan dengan kesabaran...
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berikut adalah tulisan inspiratif dari Muslimin Nasution, seorang cendekiawan.
Semoga bermanfaat sebagai renungan dalam memasuki tahun yang baru, 2014.

Riset Ilmiah membuktikan:
1. Sebuah smartphone, 70% fiturnya tidak terpakai(mubadzir).
2. Sebuah mobil mewah, 70% speednya mubadzir.
3. Sebuah villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.
4. Sebuah universitas, 70% materi kuliahnya tidak dapat diterapkan.
5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70% nya iseng² tidak bermakna.
6. Pakaian dan peralatan dalam sebuah rumah, 70%nya menganggur tidak terpakai.
7. Seumur hidup cari duit banyak², 70% nya dinikmati ahli waris.
"Hidup seperti pertandingan bola"
Babak Pertama (masa muda) Menanjak, karena Pengetahuan, Kekuasaan, Jabatan, Usaha Bisnis, Salary, dsb.
Babak kedua (masa tua) Menurun, karena Darah Tinggi, Trigliserid, Gula Darah, Asam Urat, Kolesterol, dsb.
Semoga para sahabat waspada dari awal hingga akhir, harus bisa menang 2 babak !!
Tidak sakit juga harus check-up.
Tidak haus juga harus minum.
Galau juga harus cari solusi.
Benar juga harus mengalah.
Powerfull juga perlu merendah.
Tidak capek pun perlu rehat.
Tidak kaya pun perlu bersyukur,
Sesibuk apa pun juga perlu olahraga.
Hidup itu pendek, pasti ada saatnya finish !
Jangan tertipu dengan usia MUDA…
Karena syarat mati tidak mesti TUA…
Jangan terpedaya dengan tubuh SEHAT…
Karena syarat mati tidak mesti SAKIT.
Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yang baik. Walaupun tidak banyak orang yg memahamimu.
Jadilah seperti jantung,… yang tidak terlihat tetapi terus berdenyut setiap saat hingga membuat kita terus hidup menjelang akhir hayat…
AJAL tak mengenal waktu  usia.
Jadi...
Teruslah berbuat baik dan menyampaikan kebenaran terhadap sesama...
Semoga kita semua diberi umur yg barokah... aamiin.
http://cendekiaboardingschool.blogspot.com/
Bangunan utama SMP Islam Cendekia Cianjur (SICC)
Read more ...

Rabu, 27 November 2013

Ali Bagus, Lulusan ITB yang Sukses Bisnis Kuliner

INILAH.COM, Bandung - Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) kerap identik dengan pekerjaan yang berbau teknologi. Tapi tidak bagi Ali Bagus Antra Suantara (28) yang sukses berbisnis kuliner dengan restonya Bebek Garang Segar Merangsang.

Ali merupakan lulusan Jurusan Planologi ITB tahun 2006. Bersama temannya yang juga alumnus ITB Jurusan Teknik Elektro, Wawan Wardany (28), Ali tampil sebagai seorang wirausaha muda sukses dengan bisnis kuliner.

Berkat bisnis kuliner berbahan dasar hewan unggas tersebut, Ali pun meraih beberapa penghargaan. Di antaranya 'Shell Start Up Award' untuk kategori wirausaha muda pada Juli 2010, penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM pada Januari 2011, dan finalis 'Wirausaha Muda Mandiri' pada Maret 2011 lalu.

“Alasan saya untuk berbisnis khususnya di kuliner karena ingin punya pekerjaan yang benar-benar memberikan dampak konkret pada perekonomian masyarakat. Karena sebelumnya juga saya sempat bekerja sesuai bidang saya planologi,” ujar Ali saat ditemui INILAH.COM di salah satu outlet Resto Bebek Garang di Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Rabu (7/9/2011).

Saat bekerja sebagai seorang ahli planologi (tata ruang wilayah), Ali tidak menemukan kepuasan. Pasalnya, Ali menilai rekomendasi yang diberikan ahli planologi tidak bisa sepenuhnya diterapkan pemerintah karena keputusan yang diambil kerap berbenturan dengan kepentingan politik.

Berbisnis memang bukan suatu hal baru bagi Ali. Begitu lulus dari ITB, dia bersama rekan-rekannya memulai bisnis percetakan. Namun bisnis percetakan yang dibangunnya tersebut hanya mampu bertahan tidak lebih dari dua tahun.
Akhirnya bersama Wawan, Ali mulai banting setir sebagai pengusaha kuliner pada 2008. Bebek menjadi bahan dasar penganan yang dipilihnya dan diambil nama Bebek Garang dengan slogan yang nyleneh, ‘Segar Merangsang’.

“Selama ini bebek dicap sebagai penganan kelas PKL. Dan melalui resto Bebek Garang kita angkat penganan berbahan dasar bebek ini ke kelas restoran namun dengan harga yang masih terjangkau. Selain itu, kota Bandung pun dikenal sebagai surga kuliner dan fesyen,” terang pria kelahiran Bandung, 28 Januari 1983.

Setelah tiga tahun berdiri, Bebek Garang telah memiliki lima outlet, yakni di Jalan Sulanjana, Braga, Bandung Supermal, RE Martadinata, serta di Kota Bandung.

“Di tahun ini kita pun menargetkan untuk buka minimal dua outlet lagi, satu di Bandung dan satu di Jakarta. Dan dari empat outlet yang ada, di luar yang di Jalan Riau (RE Martadinata), omzet kita sudah mencapai Rp500 juta per bulan. Intinya terus berinovasi dan jangan mudah menyerah,” pungkas pria yang berencana menikah pada 2012 tersebut.[den]


Sumber: inilah.com

http://smpitcendekia.com/wp/?p=88
Aula terbuka SMP Islam Cendekia Cianjur (SICC)
Read more ...

Memahami Jokowi dengan kaca mata Servant-Leadership

http://smpitcendekia.com/wp/?p=68
Kolam ikan dan ladang untuk praktek di SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR (SICC)


Dermawan Wibisono
Jokowi tiba-tiba menyeruak di antara kejenuhan politik dan kerinduan akan datangnya satrio piningit yang dinanti sejak 1998. Publik bertanya-tanya terhadap gaya kepemimpinanya. Apakah ini faktor kebetulan atau ketidaksengajaan yang dia temukan saat memimpin kota Solo, yang diteruskan ke Jakarta. Ataukah ini implementasi dari pengendapan pengalaman masa kecil sampai saat mahasiswa, yang berangkat dari serba kekurangan dan dapat dia refleksikan saat menjadi pemimpin (kacang yang tak lupa pada asal-usulnya). Atau justru inilah representasi teori kepemimpinan baru yang mulai populer di dunia akademis saat ini, servant-leadership.
Walaupun tergolong baru di jagad perkuliahan, servant-leadership, sebenarnya dimulai spiritnya sejak jaman Rasulullah. Prinsip melayani dari seorang pemimpin, sudah diciptakan oleh Rasul pada tahun 500 an Masehi. Sudah 1.500 tahun yang lalu. Namun prinsip servant-leadership ini kemudian terkubur dengan timbulnya dinansti-dinasti kerajaan Romawi, Perancis, Belanda Inggris, Jepang, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan hampir seluruh dunia, yang mengenal pemimpin mereka adalah raja. Jadi mulai saat itu, keadaan berbalik. Raja adalah orang yang harus dilayani, bukan lagi yang harus melayani. Oleh perkembangan ilmu manajemen, kemudian timbullah apa yang dinamakan servant-leadership oleh Robert K. Greenleaf pada tahun 1960 an. Terminology servant- leadership diperkenalkannya pada tahun 1970 dalam publikasinya yang berjudul The Servant as Leader.  Dia mendefinisikan the servant-leader sebagai is servant first…it begins with natural feeling that ones wants to serve, to serve first. Then conscious choice brings one to aspire to lead. That person is sharply different from who is leader first, perhap because of the need the assuage an unusual power drive or to acquire material possessions….The leader-first and the servant first are two extreme types. Between them there are shadings and blends that are part of infinite variaety of human nature.

Jadi mengamati perlikaku dan gaya kepemimpinan Jokowi, ini tampaknya adalah praktik rill jaman sekarang tentang servant–leadership yang selama ini hanya dipahami sebatas konsep, teori dan contoh-contoh abtract yang ada di dunia. Dilihat dari gaya bicaranya yang tak formal yang tak membuat jarak antara masyarakat dan dirinya, pakaian yang ‘asal nempel’ (tak harus model safari yang banyak kantongnya-yang dulu amat populer, sehingga orang menyindir bahwa harus banyak kantongnya untuk menaruh upeti dari yang dikunjunginya), gaya non protokoler yang blusak-blusuk ke tempat permasalahan timbul – seperti dicontohkan oleh Khalifah Umar yang harus memanggul beras di waktu malam ketika mengetahui salah satu rakyatnya kelaparan, tidak silau oleh kenyamanan dengan inspeksi menggunakan mobil mewah seperti biasa dilakukan para pemerhati dan pengamat-menuliskan penderitaan rakyat dari balik hotel bintang lima, dan sebagainya.

Servant leadership fokus utamanya pada pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat dan komunitas di mana dia berada. Sedangkan traditional-leadership biasanya melibatkan pada akumulasi dan penggunaan kekuatan oleh seseorang pemegang kekuasaaan pada puncak piramid. Servant- leadership sangat berbeda dalam konsep dan pelaksanaanya di lapangan, karena titik beratnya lebih pada sharing kekuasaan dan kekuatan bukan mengkooptasinya dan memusatkan pada dirinya semata. Meletakkan kepentingan orang lain sebagai prioritas pertama dan keinginan untuk membantu orang untuk mengembangkan dan berkinerja setinggi mungkin.

Stephen Covey menyatakan bahwa servant- leadership akan tumbuh lebih cepat dari periode sebelumnya, dan salah satu cara yang bisa anda lakukan adalah dengan memberdayakan orang yang anda pimpin. Berbeda dengan jenis leadership yang lain, yang mulai dengan mengendalikan atau merangkai kekuasaan, servant- leadership pertama, bekerja dengan membangun foundation atau dasar-dasarnya dengan mendengarkan dengan lebih seksama suara masyarakat untuk mengetahui kebutuhan dan konsern orang lain. Oleh karena itu tidak heran Jokowi sampai mengadakan pertemuan lebih dari 50 kali sebelum memindahkan pedagang kaki lima di Solo dan mengadakan pertemuan lebih dari 30 kali sebelum memindahkan pedagang Tanah Abang, yang sebelumnya meruapakan kekuatan non formal, sehingga dianggap mitos mampu membenahi kesemrawutan yang sudah turun temurun. Kedua, servant-leadership bekerja dengan penuh pengertian untuk membantu  membangun konsensus dalam masyarakat. Fokus dari servant- leadership adalah sharing informasi, membangun visi bersama, self manajemen, ketidaktergantungan pada tingkat yang lebih tinggi, belajar dari kesalahan, encouraging input kreatif dari tiap anggota organisasi atau masyarakat dan selalu bertanya terhadap asumsi yang diambil.

Lebih lanjut, menurut Larry Spears, servant-leadership  adalah menyediakan framework di mana orang akan saling membantu untuk meningkatkan dan memperbaiki tatanan serta bagaimana kita memperlakukan mereka. Servant-leadership merupakan harapan baru dan panduan terkini untuk pengembangan manusia dalam era baru untuk menghasilkan organisasi yang lebih peduli dan lebih baik. Pada akhirnyadimilikinya spirit dari servant-leadership di level individu, organisasi maupun masyarakat lah yang akan membentuk harapan lebih baik bagi masa depan kemanusiaan.

Menurut Ken Keith, CEO dari the Greenleaf Center for Servant Leadership di Asia, servant-leadership adalah etical, practical dan meaningful. Disebut etical karena menyangkut tentang pelayanan kepada sesama bukan pemanfaatan atau ekspoitasi terhadap manusia lain.  Practical karena menyangkut aspek praktis yang dapat diterapkan dalam mengidentifikasi dan menemukan kebutuhan orang, pelanggan atau masyarakat. Meaningful karena servant-leadership membantu kolega, organisasi atau masyarakat untuk tumbuh, memperkaya pelayanan mereka terhadap pihak lain dan berkontribusi pada penciptaan nilai tambah bukan yang pada jangka panjang merupakan representatif terhadap kepedulian untuk mencapai kemakmuran dan dunia yang sustainable.

Jadi kembali kepada pertanyaan di paragraf awal, dapat ditarik hipothesis bahwa gaya, model, cara kerja, sistem yang dilakukan oleh Jokowi saat ini adalah perpaduan antara pengalaman masa lalunya sebagai orang di pihak kurang beruntung dan penerapan model kepemimpinan servant-leadership, yang sudah diwariskan sejak jaman Rasul, namun sebagian dari kita hanya menyadarinya sebatas bacaan saja, tanpa pernah menerapkanya dalam kehidupan riil. Jika hypothesis ini benar, maka akan sulit bagi pihak lain untuk menirunya. Karena banyak orang yang memiliki pengalaman pahit sejak masa kecil, namun tidak pandai menarik pelajaran darinya. Bahkan seringkali orang sukses yang berangkat dari masa susah, justru ingin mengubur masa lalunya sedalam-dalamnya. Atau justru menarik keuntungan sebanyak-banyaknya, agar sanak keturunannya tidak mengalami pengalaman sepahit yang dia rasakan. Apalagi orang sukses yang berangkat dari keluarga sukses sebelumnya.

Biasanya tidak ada ‘penjiwaan’ yang tulus terhadap penderitaan yang tak pernah dirasakannya. Saya memiliki seorang senior yang dengan jujur pernah berkata kepada saya, dan selalu saya ingat kalimat beliau:†..Terus terang, jujur saya katakan, saya tidak pernah merasakan susah, tidak tahu rasanya orang susah, dan tidak tahu bagaimana pedihnya tidak punya uang, karena pengalaman saya sejak kecil tidak pernah berkaitan dengan hal tersebut.†Sebuah pengakuan yang jujur dan benar, bagi banyak pemimpin yang ada di Indonesia saat ini.

Akan halnya hypothesis kedua, bahwa penerapan servant-leadership ala Jokowi, bukanlah semata-mata copy paste terhadap sebuah metodology akademis ke alam praktis. Ini perlu penerapan dengan hati dan perlu ‘bakat’ besar dan dalam untuk berlaku sebagai servant-leader. Karena servant-leadership hampir mengubah segalanya, sejak dari positioning yang diambil sampai tahap implementasi menyeluruh. Telunjuk tangan tak lagi aktif, suruh sana, suruh sini. Membuka lebar-lebar telinga terhadap suara masyarakat. Tidak mendahulukan, apa yang saya terima dari aktivitas ini, sehingga Jokowi tidak mengambil gaji agar mentalnya tak teracuni dengan aspek finansial semata, dan menempatkan dirinya duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan masyarakat, dengan misalnya tidak lagi membuka open house, di mana masyarakat sungkem dan pejabat serta pengusaha setor muka kepadanya.

Sebagai penutup, bergembiralah para pengajar sekolah bisnis dan manajemen, bahwa kini tak lagi terpaksa memberi contoh abstrak atas teori yang dipelajari, tapi semuanya nyata di depan mata. Inilah titik tolak dan contoh dari proses penerapan servant-leadership yang masih akan terpajang setidaknya sampai tahun 2014. Bahkan mungkin akan makin banyak contoh dan aktor lain akan berperilaku serupa. Setidaknya, masyarakat akan makin beruntung dengan timbulnya fenomena ini dan optimisme masyarakat menuju negara ke 4 terbesar di dunia pada tahun 2025 makin menggelora.
Penulis saat ini sedang menjadi visiting professor di Universiti Utara Malaysia
Profesor SBM-ITB
Read more ...

Prof. Mansur Suryanegara: Indonesia Merdeka Karena Perjuangan Ulama


Tak banyak tahu bila kemerdekaan bangsa ini atas pengorbanan dan jerih payah para ulama kita. Mereka tidak hanya berjuang melawan penjajah secara fisik, tapi juga harta benda. Tak hanya itu mereka pula yang menyusun dan merancang konsep kemerdekaan Negara ini.

Untuk mengetahui lebih jauh, eramuslim menemui sejarawan Mansur Suyanegara. Inilah kutipannya:
Kolonialisme seolah tak pernah berhenti di negara-negara Islam, termasuk di Indonesia. Bagaiamana Anda melihat hal ini?

Perjuangan nasionalisme menentang penjajah itu tokohnya adalah ulama dan santri. Sehingga, Thomas S. Raffles, dalam bukunya The History of Java, di situ menjelaskan ulama itu tidak melakukan kerjasama dengan sultan. Bahkan tidak mungkin kaki tangan penjajah aman di Indonesia, kendati jumlah ulama dan santri hanya sepersembilan belas dari populasi penduduk di Jawa pada waktu itu. Jadi, adanya penjajahan itu dimulai 1494, dari Paus Alexander ke VI. Paus inilah yang memberikan kewenangan kepada kerajaan Katholik Portugis untuk menguasai belahan dunia timur, dan kerajaan Katholik Spanyol menguasai belahan Barat. Lalu sampailah ke Indonesia orang-orang Portugis itu pada tahun 1511 dengan menguasai Malaka.

Dari mana kaum penjajah menguasai wilayah Islam?
Sejak itulah ada serangan dari kesultanan Demak terhadap Malaka. Kenapa menyerang Malaka? Karena kuatnya Islam itu tergantung pada penguasaan pasar dan pengusaan maritim. Karena Nabi sendiri, sejak umur delapan tahun sebelum diangkat sampai menjadi Nabi seorang wirausahawan. Di dalam Al-Qur’an sendiri banyak ayat yang berbicara tentang perniagaan dan maritim. Di dalam Al-Qur’an ada 40 ayat yang berbicara tentang maritim. Inilah yang tidak dikuasai para ahli sejarah pada umumnya.

Mereka sering menggambarkan Rasulullah hanya dengan padang pasir dan onta. Tidak ada orientasi pada kelautan. Padahal, Islam itu kuat karena menguasai laut. Dan jazirah Arabia itu sendiri berarti wilayah yang dikelilingi laut. Karena kita dikuasai sejarah Barat, informasi kelautan itu hanya dimiliki Inggris.

Jadi mereka memakai metode Nabi Saw?
Inggris itu meniru Islam. Maka saya angkat kembali bagaimana kita sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai laut terbesar di dunia, tidak ada negara yang punya laut seluas Indonesia, maka kalau perhatian pada lautnya kurang, kita tidak tahu informasi sejarah Rasulullah menguasai dunia.

Bukankah Indonesia dulu juga diperjuangkan para ulama kita?
Setelah Indonesia ini merdeka, ada dua kekuatan yang disepelekan masyarakat. Setelah perang selesai, ada dua kekuatan, yaitu ulama dan militer yang tidak dianggap berperan dalam menegakkan NKRI. Padahal ulama dan militer adalah satu kesatuan. Karena PETA, pasukan bentukan Jepang, sewaktu mengikuti Indonesia, yang terdiri atas 68 batalyonnya, semuanya ulama. Jadi pada masa Jepang ulama diberi kesempatan untuk memimpin organisasi kesenjataan (kemiliteran). Maka umat Islam mempunyai kekuatan yang dahsyat. Saya katakan dahsyat, karena di kalangan NU diberi kewenangan untuk membina 50 batalyon Hizbullah. Anda bisa bayangkan ketika Proklamsi kekuatan militer dari Islam itu luar biasa besarnya. Bung Karno sendiri ketika pidato Proklamasi tanggal 9 Ramadhan 1364 H/ 17 Agustus 1945, kalau tanpa dukungan ulama tidak akan berani.

Kenapa begitu?
Karena tanggal 6 dan 9 Agustus ada dua bom yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki. Tidak ada bangsa yang bisa menghancurkan bangsa, yang sampai flora dan faunanya hancur mati, kecuali hanya AS. Itulah kenapa Yahudi dianggap kejam. Padahal tidak pernah flora dan fauna Yahudi yang dihancurkan. Tapi kalau AS, orang yang sedang sakit sampai rumah sakitnya dihancurkan. Dalam kondisi demikian Jepang, tanggal 14 Agustus, bertekuk lutut. Lha kenapa Indonesia berani memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17? Itu karena Bung Karno didukung oleh ulama.

Misalnya siapa dari ulama itu?
Umpamanya Syekh Musa, itu ulama dari Sukanegara, Cianjur Selatan. Lalu dari Bandung ada Drs. Sosrokartono, kakaknya RA. Kartini. Lalu ada Abdul Mukti dari Muhammadiyah, dan dari NU KH. Hasyim Asy’ari. Mereka inilah yang memberi tahu bahwa Jepang tidak akan mengganggu Indonesia lagi. Dan Hasyim Asy’ari waktu juga bilang bahwa presiden pertamanya adalan Bung Karno, dan itu disetujui angkatan laut Jepang.

Bisa dijelaskan lebih lanjut?
Jadi ketika tanggal 10 Ramadhan tau 18 Agustus, Pancasila yang merumuskan itu tiga orang. Yakni, KH Wahid Hasyim dari NU, Ki Bagus Hadi Kusumo dari Muhammadiyah, dan Kasman Singodimedjo, juga dari Muhammadiyah. Mereka itulah yang membuat kesimpulan Pancasila itu sebagai ideologi, UUD 45 sebagai konstitusi. Kalau tidak ada mereka, BPUPKI tidak akan mampu, walaupun diketuai oleh Bung Karno sendiri. Dari situ pula Bung Karno diangkat jadi presiden, dan Bung Hatta sebagai wakil presiden. Jadi negara ini yang memberi kesempatan proklamasi seperti itu adalah ulama.
Dan ketika ada gerakan separatis APRA (Angkatan Perang Ratu Adil), KNIL, RMS (Republik Maluku Selatan), lalu dibuat negara kesatuan. Itu atas perjuangan dan usaha M. Natsir dari Masyumi dan Persatuan Islam. Jadi kita bisa melihat sumbangan ulama itu sangat besar.

Sekarang ini ulama dilupakan?
Iya dilupakan. (dina)

http://smpitcendekia.com/wp/?p=81
Suasana hijau pekarangan SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR (SICC)
Read more ...

Minggu, 24 November 2013

Apa Itu SMP Boarding School?

http://smpitcendekia.com/wp/?p=63
Bangunan Utama SMP ISLAM CENDEKIA CIANJUR (SICC)





Pengertian Boarding School :: Definisi Boarding School - Boarding school adalah sistem sekolah dengan asrama, dimana peserta didik dan juga para guru dan pengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya (Arsy Karima Zahra, 2008: 145).
Di lingkungan sekolah, para siswa dapat melakukan interaksi dengan sesama siswa, bahkan berinteraksi dengan para guru setiap saat. Contoh yang baik dapat mereka saksikan langsung di lingkungan mereka tanpa tertunda. Dengan demikian, pendidikan kognisi, afektif, dan psikomotor siswa dapat terlatih lebih baik dan optimal. 
“Boarding Schoolyang baik dijaga dengan ketat agar tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang tidak sesuai dengan sistem pendidikan atau dengan ciri khas suatu sekolah berasrama” (Arsy Karima Zahra, 2008: 145). 

Dengan demikian peserta didik terlindungi dari hal-hal yang negatif seperti merokok, narkoba, tayangan film atau sinetron yang tidak mendidik dan sebagainya. Di sekolah dengan sistem ini, para siswa mendapatkan pendidikan dengan kuantitas dan kualitas yang berada di atas rata-rata pendidikan dengan sistem konvensional.

Perbedaan boarding school dengan sekolah umum lainnya adalah kelas di boarding school cenderung sedikit dengan jumlah siswa-siswi yang tidak banyak seperti kelas sekolah umum. Hal ini dilakukan agar para guru bisa melakukan pendekatan ke para siswa-siswi (Gaztambide-Fernández, Rubén, 2009). Di boarding school bisa mengeluarkan siswa-siswi dari kelas apabila siswa tersebut tidak terlihat minat dalam berpartisipasi dikelas untuk belajar (Gaztambide-Fernández, Rubén, 2009). Di boarding school kegiatan seperti olahraga atau kesenian tidak temasuk dalam kegiatan ektrakulikuler, mereka mencakup semua aspek belajar (Gaztambide-Fernández, Rubén, 2009).

Boarding school menyediakan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan siswa. Lengkapnya fasilitas yang ada untuk menyalurkan bakat dan hobi siswa-siswi. Siswa-siswi di boarding schoolmemiliki kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai kepentingan, mengambil  bidang yang diminati, dan menunjukkan bakat mereka (Gaztambide-Fernández, Rubén, 2009). 

Dalam sistem pendidikan boarding school seluruh peserta didik wajib tinggal dalam satu asrama. Oleh karena itu, guru atau pendidik lebih mudah mengontrol perkembangan karakter peserta didik. Dalam kegiatan kurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, baik di sekolah, asrama dan lingkungan masyarakat dipantau oleh guruguru selama 24 jam. Kesesuaian sistem boarding-nya, terletak pada semua aktivitas siswa yang diprogramkan, diatur dan dijadwalkan dengan jelas. Sementara aturan kelembagaannya sarat dengan muatan nilai-nilai moral.
Itulah kajian teori mengenai pengertian boarding school, semoga bermanfaat
Read more ...
Designed By Blogger Templates